Pernyataan Pengambilan keputusan
dalam bahasa pemrograman C++ ada 2 macam yaitu :
A. If-Else
B. Switch
A. If-Else
B. Switch
PERNYATAAN IF-ELSE
Pernyataan if dipakai untuk pengambilan keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ini ada dua macam yaitu if dan else.Pada kedua bentuk pernyataan ini, kondisi yang digunakan dapat menggunakan kondisi ungkapan. Ungkapan-ungkapan ini dapat melibatkan operator relasi (==) atau operator logika and (&&) dan or (||).
1. Pernyataan if Sederhana
Pernyataan if sederhana berbentuk :
if(kondisi)
pernyataan;
- Kondisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan
- Pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan ataupun pernyataan majemuk.
if(kondisi)
pernyataan;
- Kondisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan
- Pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan ataupun pernyataan majemuk.
Bagian inidijalankan hanya kalau
kondisi bernilai benar.
Berikut contoh penggunaan pernyataan
if sederhana, misalnya untuk menentukan seseorang boleh menonton pertunjukan
bioskop atau tidak. Kondisi yang digunakan seseorang boleh menontoh jika sudah
berusia 17 tahun.
Contoh programnya:
Program 1:
#include<iostream>
using
namespace std;
main()
{
int usia;
cout<<"Berapa
usia Anda ? : ";
cin>>usia;
if(usia <
17)
{
cout<<"Anda tidak diperbolehkan
menonton"<<endl;
}
else
{
cout<<"Anda diperbolehkan
menontonnya"<<endl;
}
}
Outputnya:
2. Pernyataan Else
Pernyataan
else tidak pernah berdiri sendiri tanpa kehadiran if . Karena itu bentuk
pernyataan else bersama if adalah sebagai berikut :
If(kondisi)
Pernyataan1;
Else
Pernyataan2;
If(kondisi)
Pernyataan1;
Else
Pernyataan2;
Pada bentuk ini , pernyataan1 dijalankan apabila
kondisi bernilai benar, adapun pernyataan2 hanya akan dieksekusi jika kondisi
bernilai salah.
Contoh pernyataan If-Else dengan pernyataan majemuk, untuk menentukan bilangan bulat yang dimasukan termasuk bilangan ganjil atau genap, penentuan bilangan ganjil dan genap dilakukan berdasarkan operasi logika “suatu bilangan bulat termasuk bilangan genap apabila habis dibagi 2, dan ganjil jika tidak habis dibagi 2”.
Contoh programnya:
Program 2:
#include<iostream>
using namespace std;
main()
{
int bilangan;
cout<<"Masukan sembarang bilangan bulat :
";
cin>>bilangan;
if(bilangan % 2 == 0)
{
cout<<"Bilangan
"<<bilangan<<" tersebut"<<endl;
cout<<"termasuk bilangan
genap"<<endl;
}
else
{
cout<<"Bilangan
"<<bilangan<<" tersebut"<<endl;
cout<<"termasuk bilangan
ganjil"<<endl;
}
}
Outputnya:
Outputnya:
3. Pernyataan If Bersarang (Nested
If)
Pernyataan if didalam if (if bersarang) disebut juga
dengan nested if. Berikut bentuk umumnya :
If(kondisi1)
Pernyataan1;
Else if(kondisi2)
Pernyataan2;
Else if(kondisi3)
Pernyataan3;
Else if(kondisi4)
Pernyataan4;
Else if(kondisi_N)
Pernyataan_N;
Else
Pernyataan_M;
If(kondisi1)
Pernyataan1;
Else if(kondisi2)
Pernyataan2;
Else if(kondisi3)
Pernyataan3;
Else if(kondisi4)
Pernyataan4;
Else if(kondisi_N)
Pernyataan_N;
Else
Pernyataan_M;
Contoh
Programnya:
Program 3:
#include
<iostream>
using
namespace std;
main()
{
int
kode_hari;
cout<<"Menentukan
hari "<<endl;
cout<<"1.SENIN
"<<endl;
cout<<"2.SELASA
"<<endl;
cout<<"3.RABU
"<<endl;
cout<<"4.KAMIS
"<<endl;
cout<<"5.JUMAT
"<<endl;
cout<<"6.SABTU
"<<endl;
cout<<"7.MINGGU
"<<endl;
cout<<endl;
cout<<"Masukan
kode hari :"<<endl;
cin>>kode_hari;
if(kode_hari
== 1)
{
cout<<"SENIN"<<endl;
}
else
if(kode_hari == 2)
{
cout<<"SELASA"<<endl;
}
else
if(kode_hari == 3)
{
cout<<"RABU"<<endl;
}
else
if(kode_hari == 4)
{
cout<<"KAMIS"<<endl;
}
else
if(kode_hari==5)
{
cout<<"JUMAT"<<endl;
}
else
if(kode_hari==6)
{
cout<<"SABTU"<<endl;
}
else
if(kode_hari==7)
{
cout<<"MINGGU"<<endl;
}
else
{
cout<<"Kode
Hari Salah"<<endl;
}
}
Outputnya:
PERNYATAAN
SWITCH
Pernyataan SWITCH digunakan untuk menjalankan salah
satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, berdasarkan nilai dari
sebuah ungkapan dan nilai penyeleksi.
Bentuk umum
pernyataan switch
switch(ungkapan)
switch(ungkapan)
{
case ungkapan_1;
pernyataan_1;
break;
case ungkapan_2;
pernyataan_2;
break;
...
default:
pernyataan_x;
}
case ungkapan_1;
pernyataan_1;
break;
case ungkapan_2;
pernyataan_2;
break;
...
default:
pernyataan_x;
}
Pada pernyataan switch, ungkapan dapat berupa
ungkapan, konstanta maupun variabel. Adapun ungkapan_1, ungkapan_2 dan
seterusnya dapat berupa sembarang konstanta bertipe int atau char. Pencocokan
ungkapan dengan ungkapan_1, ungkapan_2 dan sebagainya dilakukan secara
berurutan, dimuai yang pertama. Sekiranya cocok, pernyataan yang mengikuti case
bersangkutan dijalankan.
Kalau
selanjutnya pernyataan break ditemukan eksekusi dari pernyataan swtch berakhir.
Dan bagian default hanya akan dijalankan kalau ungkapan pada bagian case tidak
ada yang cocok dengan ungkapan switch.
Contoh Programnya:
Program 4:
#include
<iostream>
using
namespace std;
main(){
int Anda;
cout <<"-*-*-*-*-*-Cake and
Bakkery-*-*-*-*-*-"<<endl<<endl;
cout <<"Pilihan Menu
:"<<endl<<endl;
cout<<"1.
Brownies"<<endl;
cout<<"2. Bolu
Kukus"<<endl;
cout<<"3. Bolu
Pisang"<<endl;
cout<<"4. Roti
Bakar"<<endl;
cout<<"5. Kue Ulang
Tahun"<<endl<<endl;
cout<<"Menu apa yang anda pilih?
"<<"Kami akan memberikan saran"<<endl;
cin >> Anda;
switch(Anda)
{
case 1 : cout << "Rasanya
sangat enak"; break ;
case 2 : cout << "Rasanya
sangat enak dan agak manis"; break ;
case 3 : cout << "Enak dan
Baik untuk Pencernaan" ; break ;
case 4 : cout << "Rasanya
sangat Manis"; break ;
case 5 : cout << "Pasti
enak dan Bentuknya Menarik"; break ;
default : cout << "Menu
yang anda pilih tidak tersedia"; break ;
}
cout<<endl;
}
Outputnya:




Tidak ada komentar:
Posting Komentar